Hemat Pakan Ternak dengan Ampas Kelapa

[ad_1]

Dalam proses pembuatan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil), kelapa yang sudah diparut selanjutnya dikeringkan dan dipres sampai minyaknya terpisah. Hasil samping dari proses pembuatan minyak kelapa murni ini yaitu berupa ampas kelapa. Ampas kelapa ini masih mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Oleh karena itu ampas kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi pakan ternak (Miskiyah et al. 2006).

Menurut Purawisastra dalam Yamin (2008), menyatakan bahwa ampas kelapa mengandung serat galaktonaman sebesar 61% yang bisa menurunkan kadar kolesterol darah. Galaktomanan yaitu polisakarida yang terdiri dari rantai mannose dan galaktose. Senyawa ini bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung serat dan polisakarida, juga berperan memicu pertumbuhan bakteri usus yang membantu pencernaan.

Biasanya ampas kelapa hanya diberikan begitu saja langsung sebagai pakan ayam, tanpa melalui proses atau pengolahan apapun. Padahal, ada banyak penelitian yang sudah menguji bahwa ampas kelapa yang difermentasi memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan cukup aman untuk ternak.

Fermentasi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam mengolah berbagai limbah organik menjadi pakan ternak yang memiliki kandungan yang lebih baik. Begitu pula dalam mengolah ampas kelapa menjadi pakan tentu juga bisa dilakukan sdengan metode fermentasi dengan memanfaatkan spora Aspergillus niger.

Ciri fermentasi ampas kelapa yang berhasil

Biasanya proses fermentasi dilakukan dalam 2 tahapan, yakni fermentasi aerob dan fermentasi anaerob (proses enzimatis), sebelumnya telah dilakukan pada bungkil kelapa. Perlakuan fermentasi menghasilkan struktur, warna, bau, dan juga komposisi kimia yang berbeda dari ampas kelapa yang belum difermentasi (Novita, 2012).

Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kadar protein sekitar 130%, dan penurunan lemak sekitar 11,39%. Protein merupakan salah satu komponen yang terpenting pada pakan sehingga tingginya kadar protein pada ampas kelapa merupakan suatu keuntungan untuk diolah menjadi pakan.

Namun demikian, lemak yang cukup tinggi merupakan kendala pada pengolahan ampas kelapa yang akan diolah menjadi pakan karena akan mempengaruhi kualitas pakan yang dihasilkan terutama dalam mempengaruhi umur simpan dan daya cerna pakan (Novita, 2012).

Sehingga dengan proses fermentasi, kadar lemak dapat diturunkan. Proses fermentasi juga dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, dimana komponen ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pakan tersebut dapat dipergunakan dan dicerna oleh ternak.

Dari hasil penelitian Hidayati (2011), menunjukkan bahwa ransum perlakuan yang mengandung berbagai tingkat ampas kelapa fermentasi sampai tingkat 20% memiliki kualitas protein yang baik dan kelengkapan serta keseimbangan asam-asam amino esensial yang membentuknya.

Kemampuan ternak ayam mengonsumsi 1 kg ransum ampas kelapa fermentasi dapat membentuk rata-rata 0,59 kg bobot hidup. Sedangkan, yang menggunakan ampas kelapa tanpa fermentasi hanya mampu membentuk bobot hidup rata-rata 0,45 kg.

Sumber: Balitbang

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *