Membuat Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk

Membuat Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk – Unsurtani.com

[ad_1]

Minyak atsiri merupakan produk yang dihasilkan tanaman yang terdiri atas senyawa mudah menguap. Sifat fisik terpenting minyak atsiri adalah sangat mudah menguap pada suhu kamar sehingga berbicara mengenai minyak atsiri tidak lepas dari membahas masalah bau atau aroma. Fungsi minyak atsiri bermacam-macam, antara lain sebagai pengharum ruangan, parfum, pemberi cita rasa makanan, bahkan dapat pula untuk terapi penyakit yang dikenal sebagai aroma terapi.

Minyak atsiri bekerja bagaikan mukjizat dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan manusia. Aroma yang dihasilkan minyak atsiri akan diubah menjadi listrik dalam syaraf lapisan hidung yang selanjutnya dihantarkan ke otak. Rangsang tersebut akan mencapai sistem limbis pada otak yang mempunyai kaitan dengan suasana hati, emosi, ingatan, dan pembelajaran.

Setiap jenis tumbuh-tumbuhan, termasuk buah-buahan, menghasilkan minyak atsiri dengan aroma yang spesifik. Hal ini karena setiap minyak atsiri memiliki komponen senyawa kimia penyusun yang berbeda. Komposisi atau kandungan masing-masing senyawa tersebut merupakan hal yang paling mendasar dalam menentukan aroma dan kegunaannya. Balai Penelitian Tanaman Buah telah melakukan penelitian tentang minyak atsiri pada jeruk.

Minyak Atsiri Jeruk

Minyak atsiri jeruk diperoleh dari mengekstrak kulit buah jeruk dengan sistem destilasi. Walaupun tanaman jeruk memiliki varietas cukup banyak, namun terdapat senyawa yang dapat digunakan sebagai penciri minyak atsiri asal jeruk, yaitu adanya senyawa limonen. Umumnya limonen merupakan senyawa dominan dalam minyak atsiri jeruk. Variasi aroma minyak atsiri pada berbagai varietas jeruk ditentukan oleh kandungan dan komposisi senyawa selain limonen.

Cara Produksi Minyak Atsiri Jeruk

Ekstraksi minyak atsiri dari kulit jeruk terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu:

  1. Memotong-motong/memblender kulit jeruk menjadi berukuran kecil (± 2 mm2) sehingga akan memper-mudah proses pengeluaran minyak dari dalam jaringan. Agar minyak atsiri yang dihasilkan lebih banyak, sebaiknya kulit jeruk dikering anginkan selama 3 – 4 hari.
  2. Melakukan proses ekstraksi dengan metode distilasi uap, dimana uap dari air mendidih digunakan untuk mengangkat minyak dari dalam jaringan kulit jeruk. Lama ekstraksi biasanya antara 2 – 3 jam.
  3. Menampung minyak hasil destilasi ke dalam corong pemisah.
  4. Memisahkan minyak dari air dengan menggunakan pipet dan memasukkan dalam botol.

Minyak atsiri dari kulit jeruk biasanya bewarna bening. Untuk mencegah kerusakan minyak atsiri dan memperpanjang masa simpannya sebaiknya minyak atsiri dimasukkan ke dalam botol bewarna gelap dan disimpan dalam lemari es.

Kegunaan Minyak Atsiri Jeruk

Minyak atsiri asal tanaman jeruk dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, parfum dan mengubah citra makanan menjadi lebih menarik. Selain itu, minyak atsiri jeruk juga memiliki manfaat untuk kesehatan sebagai aroma terapi. Aroma jeruk dapat menstabilkan sistem syaraf, menimbulkan perasaan senang dan tenang, meningkatkan nafsu makan, dan penyembuhan penyakit. Manfaat bagi kesehatan disebabkan adanya peran masing-masing komponen senyawa penyusun, antara lain :

  • Limonen : Melancarkan peredaran darah, meredakan radang tenggorok dan batuk, serta menghambat perkembangan sel kanker, antara lain kanker lambung, paru, dan kulit
  • Linalool : Bersifat sebagai penenang (sedatif)
  • Linalil asetat : Bersifat sebagai penenang (sedatif)
  • Terpineol : Bersifat sebagai penenang (sedatif)
  • Sitronela : Bersifat sebagai penenang (sedatif) dan pengusir nyamuk

Beberapa minyak atsiri jeruk dan manfaatnya terhadap penyembuhan penyakit adalah sebagai berikut:

  • Jeruk manis (Citrus sinensis) : sedatif, anti depresi, tonik, hipnotik, antiseptik
  • Jeruk purut (Citrus hystrix) : sedatif, pengusir nyamuk, pereda flu, tonik
  • Grape fruit : untuk penghambat sel kanker karena kandungan limonen tinggi
  • Jeruk lemon (Citrus lemon): untuk anti hipertensi, tonik, anti bakteri.

Cara Penggunaan Minyak Atsiri

Cara penggunaan minyak atsiri jeruk antara lain adalah :

  • Menggunakan anglo pemanas: 3-4 ml air yang telah hangat pada anglo, diberi 2-4 tetes minyak atsiri. Panas air akan menyebabkan minyak atsiri menguap sehingga aroma jeruk akan terasa di seluruh ruangan.
  • Air hangat yang digunakan untuk berendam diberi 4-6 tetes minyak atsiri sehingga sambil berendam aroma jeruk akan ikut terhirup. Selain terhirup, minyak juga akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit.
  • Penghirupan: Pada air panas yang telah tersedia dalam baskom, diberi 2-4 tetes minyak atsiri jeruk. Untuk memanfaatkan aroma minyak, kepala yang telah ditutup handuk didekatkan pada baskom dan kemudian uap dihirup. Handuk berguna untuk mencegah larinya uap.
  • Pengolesan pada kertas tissue, digunakan untuk pengharum gagang telpon atau dapat dihirup langsung.
  • Digunakan untuk pijat dengan cara dicampurkan dengan minyak pembawa tertentu, seperti minyak kedelai, minyak wijen, minyak zaitun,atau minyak bunga matahari. Dosis yang digunakan adalah 10 tetes minyak atsiri jeruk dicampur dengan 30 ml minyak pembawa.
  • Pencampuran dengan minyak atsiri dari tanaman lain dengan perbandingan tertentu dapat dilakukan untuk keperluan penyembuhan penyakit.

Dalam pemanfatannya, minyak atsiri kulit jeruk selain digunakan secara tunggal dapat pula dicampur dengan minyak atsiri dari tanaman lain, misalnya minyak atsiri yang berasal dari bergamot, kayu cedar, geranium, jahe, lavender, rosmari, lemon grass, cemara, kayu cendana, dan patchouli.

Disusun oleh: Mizu Istianto (Balitbu, 2010)

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *