Minapadi, Sistem Efektif untuk Dulang Keuntungan Pertanian dan Perikanan Bersamaan

[ad_1]

Food and Agriculture Organization of United Nations (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian dunia merekomendasikan suatu metode produksi yang berasal dari Indonesia untuk meningkatkan produktifitas lahan sawah. Metode tersebut dinamakan sistem minapadi.

Sistem minapadi merupakan konsep budidaya yang mengintegrasikan antara budidaya ikan dan tanaman padi dalam suatu sistem budidaya di sawah, di mana ikan dapat menyediakan nutrisi bagi padi serta menyediakan pupuk dan memperbaiki struktur tanah melalui hasil metabolisme (feses) dan sisa pakan yang tidak terkonsumsi.

Sedangkan padi menyediakan oksigen dan tempat perlindungan bagi ikan. Teknologi minapadi dapat dilakukan pada sawah irigasi teknis maupun setengah teknis melalui sistem Jajar Legowo 2:1, 4:1, atau 6:1.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun 2018, total potensi lahan minapadi di Indonesia sebesar 8.118.233 Ha yang terdiri dari lahan irigasi seluas 3.170.996 Ha (39,06%) dan lahan non irigasi seluas 4.497.237 Ha (60,94%).

Dengan potensi lahan minapadi dan berbagai keuntungan yang ditawarkan, tidak heran FAO berharap negara lain untuk mempelajari sistem ini. Beberapa keuntungan sitem minapadi diantaranya adalah peningkatan produksi panen dan padi yang dihasilkan bebas pestisida serta jarang sekali diserang hama karena terdapat ikan di sekitar sawah.

Budidaya minapadi tidak terlalu berbeda dengan budi daya padi sawah biasa, namun terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah lahan sawah harus memiliki ketersediaan air yang cukup karena bukan hanya untuk menanam padi, melaikan juga untuk pemeliharaan ikan.

Selain itu, harus diperhatikan bagaimana bentuk petakan sawah, karena bentuk sawah mempengaruhi akan ukuran caren/kolam ikan. Petani juga harus selektif untuk memilih benih padi dan ikan. Bibit padi yang paling cocok dengan sistem minapadi adalah padi yang memiliki akar yang kuat mengingat air akan selalu menggenangi sawah dan ikan akan terus bergerak.

Sementara itu ikan yang cocok untuk sistem minapadi adalah ikan yang mampu bertahan di air dengan kondisi keruh dan berlumpur serta tahan terhadap hama penyakit. Contoh ikan yang cocok dengan kondisi tersebut antara lain ikan nila, lele, atau patin.

Penebaran benih ikan paling tepat dilakukan saat tanaman padi berumur 30 hari setelah ditanam dengan jarak tebaran 5-8 cm. Pakan ikan dapat diberikan 2 kali sehari yaitu siang dan sore hari.

Diperlukan sistem irigasi yang baik dan alat seperti anyaman bambu untuk mencegah ikan keluar atau dimakan. Terakhir, Pemanenan padi dilakukan saat 80-90% gabah sudah menguning. Sementara panen ikan dilakukan sebelum panen padi dengan cara mengumpulkan ikan pada kamalir/parit.

Ikan yang ada di dalam kamalir kemudian digiring menuju bak penampungan. Ikan-ikan yang tertangkap ditampung di tempat penampungan yang berisi air bersih. Berikut contoh analisis sistem mina padi dengan budidaya ikan nila (per Ha per siklus).

Sumber: Dirjen Perikanan Budidaya KKP

Ditulis oleh : Muhamad Fikri Ramdhani

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *