POLA DAN SEBARAN IPBK MENURUT PROVINSI Profil IPBK di tingkat

[ad_1]

POLA DAN SEBARAN IPBK MENURUT PROVINSI – Profil IPBK di tingkat provinsi dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, provinsi dengan nilai IPBK di atas IPBK Nasional akan dikategorikan memiliki tingkat IPBK tinggi. Kedua, provinsi dengan nilai IPBK pada range yang sama dengan angka nasional, akan dikategorikan sebagai provinsi dengan tingkat IPBK sedang. Ketiga, provinsi yang memiliki nilai IPBK di bawah nilai IPBK nasional dikategorikan memiliki tingkat IPBK rendah. Nilai IPBK nasional adalah nilai rata-rata dari seluruh provinsi yaitu sebesar 0,408. Jumlah provinsi yang dihitung IPBK-nya adalah sebanyak 33 provinsi.

Berdasarkan peringkatnya, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati urutan pertama dengan nilai IPBK DIY sebesar 0,51 disusul Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Tengah dengan nilai IPBK berturut-turut sebesar 0,488 dan 0,46. Sedangkan peringkat nilai IPBK terendah adalah Provinsi Papua dengan nilai 0,29. Distribusi IPBK untuk semua provinsi di Indonesia ditampilkan oleh Gambar.

POLA DAN SEBARAN IPBK MENURUT PROVINSI

Provinsi yang memiliki nilai IPBK tinggi seluruhnya berjumlah 5 provinsi, yang memiliki range sama dengan angka nasional 23 provinsi, sedangkan 5 provinsi memiliki nilai IPBK rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian pembangunan berwawasan kependudukan yang lebih tinggi dari rata-rata nasional adalah 5 provinsi. Sementara itu sebagian besar, 67 persen, memiliki nilai sama dengan nasional. Hal ini tentu sangat menggembirakan, meskipun masih ada 5 provinsi yang masih tertinggal dan pada umumnya berada di Indonesia bagian timur.

Peta Persebaran IPBK Provinsi

Gambar diatas memperlihatkan bahwa provinsi yang masuk dalam kelas tinggi terdapat 5 provinsi yaitu meliputi Provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali. Sedangkan provinsi yang termasuk dalam kelas rendah terdapat 5 provinsi, termasuk Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Provinsi lainnya, yaitu ada 23 provinsi yang termasuk dalam kelas sedang.

Pola persebaran IPBK yang terbentuk tersebut membentuk pola yang random atau acak. Pola yang terbentuk tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan spasial tertentu. Kelima provinsi yang memiliki tingkat IPBK yang tinggi tersebut secara geografis terletak pada daerah yang tidak berasosiasi.

Kelima provinsi tersebut berdasarkan pulaunya, terbagi menjadi tiga yaitu pulau Sumatera adalah Provinsi Sumatera Barat, pulau Jawa adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan pulau Bali adalah Provinsi Bali.

Jumlah provinsi dengan nilai IPBK di atas nasional berjumlah 12 provinsi, yang tersebar di Jawa dan Bali (6 provinsi), Sumatera (5 provinsi), dan Sulawesi (1 provinsi). Berdasarkan distribusi tersebut sangatlah jelas bahwa pembangunan kependudukan di Indonesia terfokus di bagian barat. Hubungan antara kemajuan wilayah dengan pembangunan berwawasan kependudukan bersifat linier sehingga tingginya IPBK yang terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia bersifat wajar.

Kesenjangan pembangunan di wilayah timur harus diakui memiliki dampak negatif terhadap pembangunan di bidang lainnya termasuk pembangunan yang berwawasan kependudukan. Dari 21 provinsi dengan nilai IPBK di bawah nilai nasional setengahnya adalah provinsi di bagian Indonesia timur. Provinsi-provinsi tersebut antara lain adalah seluruh provinsi di Maluku dan Papua (4 provinsi), Sulawesi (5 provinsi). Sedangkan provinsi lain yang memiliki nilai IPBK di bawah nilai nasional tersebar di Sumatera (5 provinsi), Kalimantan (4 provinsi), dan Nusa Tenggara (1 provinsi).

POLA DAN SEBARAN IPBK MENURUT PROVINSI

Berdasarkan peringkatnya, Provinsi Papua menempati urutan terbawah dengan nilai IPBK sebesar 0,26. Sedangkan provinsi yang berada dua di atasnya adalah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Riau dengan nilai IPBK masing-masing sebesar 0,41. Distribusi peringkat IPBK di bawah dan di atas nilai nasional tersaji pada Tabel 1 dan 2.

Refrensi : PWKL4101 Kependudukan

 

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *