Tepung Singkong Sebagai Pakan Ayam Buras Periode Bertelur

Tepung Singkong Sebagai Pakan Ayam Buras Periode Bertelur – Unsurtani.com

[ad_1]

Populasi ayam buras yang cukup besar (berbanding lurus dengan jumlah penduduk), dapat dikatakan bahwa ayam buras merupakan komoditas andalan yang strategis dalam meningkatkan pendapatan petani kecil di pedesaan. Tingkat preferensi dari konsumen terhadap produk ayam buras (daging dan telur) cukup tinggi, sehingga akan berakibat pada tingginya angka permintaan dan mendorong para peternak untuk mengusahakan pemeliharaan ayam buras secara lebih intensif.

Meskipun dalam pengembangan ayam buras masih terdapat kendala-kendala, seperti rendahnya tingkat produktivitas. Hal ini berkaitan erat dengan belum adanya upaya untuk memperoleh bibit yang berkualitas, terbatasnya pengetahuan peternak dalam mendapatkan bahan-bahan pakan lokal yang potensial, dan harga pakan yang berfluktuasi sepanjang tahun.

Pakan merupakan komponen yang menentukan keberhasilan usaha ayam buras sistem semi intensif dan intensif. Secara umum, biaya produksi yang dialokasikan untuk biaya pakan adalah sekitar 75% dari total modal usaha. Oleh karena itu pakan hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan secara efisien dan ekonomis.

Pada umumnya, peternak di pedesaan memberi pakan pada ayam buras dengan komposisi campuran dari konsentrat pabrik + jagung giling + dedak halus. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah mengadakan pengkajian tentang penggunaan tepung singkong sebagai pakan ayam buras periode petelur.

Tepung Singkong

Bahan pakan lokal yang ditemui di pedesaan banyak macamnya, namun untuk bahan pakan lokal seperti singkong / ketela pohon disamping mudah didapat, jumlahnya banyak dan harganya relatif murah. Dari kondisi seperti hal tersebut diatas, maka Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah mengadakan pengkajian penggunaan/substitusi bahan pakan lokal tepung singkong kedalam pakan ayam buras periode bertelur.

Disamping itu, juga ditunjang dari pernyataan Eruvbetine dan Afolami (1992) yang disitir oleh Daghir (1995) yang mengatakan bahwa tepung singkong dapat digunakan dalam proporsi 40% dalam susunan pakan mengganti posisi jagung kuning tanpa memberikan efek negatif pada ayam broiler.

Dilaporkan oleh Prawirodigdo., et al. (2000), bahwa penggunaan tepung singkong dapat digunakan sampai 50% dalam susunan pakan ayam buras periode bertelur mengganti posisi jagung giling dan konsentrat pabrik. Tepung singkong dapat digunakan sebagai campuran bahan pakan ayam buras untuk mesubstitusi jagung giling.

Susunan Pakan

Untuk mengetahui susunan formula pakan CPD 2000 adalah sebagai berikut:

No. Bahan Pakan Proporsi (gr)
1 Bungkil kedelai 171
2 Tepung singkong 300
3 Dedak 303
4 Tepung ikan 100
5 Top mix 3
6 Kapur mati (CaCO3) 30
7 Minyak kelapa 25
8 Tepung ece 25
9 MSG (Miwon) 3
10 Ampas kunyit 10
11 Daun kaliandra 20
12 Daun pepaya 10
Jumlah 1000

Estimasi kandungan nutrien:

  • Protein kasar 17,1%
  • Protein tercerna 11,8%
  • Energi metabolis 2.748,6 k cal

Dari hasil pengkajian BPTP Jawa Tengah dikatakan bahwa pemberian tepung singkong yang disubstitusi kedalam ransum formula pakan CPD 2000 menunjukkan rata-rata produksi telur ayam buras (39,8 ± 5,0 henday). Untuk harga ransum formula pakan CPD 2000 sebesar Rp 1.372,- per kg, sedangkan harga pakan campuran petani ternak pada umumnya (dedak + jagung + konsentrat pabrik + mineral B 12) mencapai Rp 1.585 per kg. Jadi kalau menggunakan ransum formula pakan CPD 2000 dapat menghemat biaya pakan sebesar Rp. 213,- per kg nya.

Sumber: S. Prawirodigdo., et al. 2000. Laporan Hasil Pengkajiam Teknologi Sistem Usaha Ayam Buras, BPTP Ungaran – Jawa Tengah

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *